PEMIKIRAN “MARSHALL
MACLUHAN”
TENTANG MEDIA
SEJARAH MEDIA
McLuhan
menyatakan bahwa media berfungsi sebagai kepanjangan indra manusia pada masing
– masing era yaitu : kesukuan, tulisan, cetak, dan elektronik.
Era
kesukuan, selama era kesukuan indra pendengaran, penciuman, dan perasa
merupakan indra yang lebih banyak digunakan manusia terlebih yang pertama.
Era
kesukuan memiliki ciri lisan yaitu bercerita dimana orang menjalankan atau
mengungkapkan tradisi, ritual, dan nilai – nilai mereka mereka melalui kata –
kata yang diucapkan. Karena pengalaman keseharian manusia tidak dapat
dipisahkan dari percakapan maka kehidupan dan pengetahuan tidak dapat
dipisahkan.
Era
tulisan, orang menekankan indera penglihatan yang ditandai dengan
diperkenalkannya huruf abjad dan karenanya mata menjadi indra yang dominan
dalam berkomunikasi. Orang yang bisa membaca berarti ia mengutamakan fungsi
indra penglihatan daripada pendengaran.
Era
cetak, penemuan mesin cetak memberikan tanda munculnya era cetak dalam
peradaban manusia dan awal revolusi industry. Akibat atau hasil utama dari era
cetak adalah munculnya masyarakat yang semakin terkotak – kotak atau
terfragmentasi. Hasil cetakan berupa buku atau bentuk tulisan lainnya bersifat
mudah dipindahkan, dapat dibawa – bawa, dan dapat dibaca dimana saja secara
lebih privat.
Era
elektonika, memiliki ciri sebagaimana percakapan lisan yang bersifat segera dan
singkat yang berarti penerimaan informasi dan reaksi yang diberikan bersifta
segera dan singkat. Namun perbedaan terletak pada tempat, era elektronik tidak
terkait pada tempat karena pesan dapat dikirim secara elektronis.
McLuhan
menggambarkan teknologi elektronik sebagai berikut :
·
Telepon : berbicara tanpa dinding
·
Fotografi : museum tanpa dinding
·
Cahaya : ruang tanpa dinding
·
Film,
radio, dan TV : ruang kelas tanpa
dinding
·
Phonograph
( alat pemutar lagu ) : gedung pertunjukan
music tanpa dinding
MEDIA PANAS DAN DINGIN
McLuhan
membagi media menjadi dua jenis yaitu media panas dan media dingin. Media panas
adalah media yang tidak menuntut perhatian besar dari pendengar, pembaca, atau
penonton media bersangkutan. Partisipasi audien dalam media panas sangatlah
rendah kaerna makna dari informasi yagn diterima audien sudah sangat lengkap
dan jelas. Contoh media panas adalah film, radio, buku, foto serta kuliah.
Media
dingin merupakan komunikasi definisi rendah yang menuntut partisipasi aktif
daripenonton, pendengar, dan pembaca. Audiensi harus menciptakan makna melalui
indranya dan secara imajinatif melibatkan dirinya. Contoh media dingin adalah
televisi, seminar, dan film kartun.
ASUMSI TEORI
Tiga
asumsi yang menjadi landasan teori :
1. Media mempengaruhi setiap perbuatan
atau tindakan dalam masyarakat. Menekankan pada gagasan bhawa dalam
kehidupannya orang tidak dapat melarikan diri dari media.
2. Media memperbaiki persepsi dan
mengelola pengalaman. Menegaskan bahwa manusia secara langsung dipengaruhi
media.
3. Media mengikat dunia bersama – sama.
McLuhan menggunakan istilah global
village untuk menjelaskan bagaimana media mengikat dunia menjadi satu sisem
politik, ekonomi, social, dan budaya global. Media mampu menjadikan dunia tak
lebih sebuah desa atau kampong. Media mampu secra social mengelola berbaau
masyarakat yang ada di dunia.
MEDIA ADALAH PESAN
McLuhan
menyatakan bahwa pesan yang disampaikan media tidaklah lebih penting dari media
atau saluran komunikasi yang digunakan pesan untuk sampai kepada penerimanya.
Ia ingin menjelaskan bahwa media atau saluran komunikasi memiliki kekuatan dan
memberikan pengaruhnya kepada masyarakat, bukan isi pesannya.
Dalam
menggunakan media orang cenderung mementingkan isi pesannya saja dan orang
sering kali tidak menyadari bahwa media yang menyampaikan pesan itu juga mempengaruhi kehidupannya. Menurutnya
media membentuk dan mempengaruhi pesan atau informasi yang disampaikan.
McLuhan
tampaknya menggunakan ungkapan media adalah pesan khususnya kepada media
televisi. Orang menunggu setiap perkembangan terbaru di depan televise. Namun
orang hanya memperhatikan pesan yang disampaikan dan tidak menyadari pentingnya
televisi sebagai media atau saluran.
HUKUM MEDIA
Hukum
media yaitu efek teknologi terhadap masyarakat dengan mengajukan gagasan.
Upaya
untuk memahami hukum media yang terdiri atas empat hokum media, yaitu
penguatan, ketertinggalan, penemuan, dan pembalikan.
·
Penguatan.
Hukum yang menyatakan bahwa media memperkuat masyarakat
·
Ketertinggalan.
Media menjadikan sesuatu hal menjadi tertinggal atau ketinggalan zaman dan
tidak berguna.
·
Penemuan.
Media menemukan kembali dan menyimpan sesuatu yang dulu pernah hilang.
·
Pembalikan.
Media akan menghasilkan atau menjadi sesuatu yang lain jika didesak hingga ke
batas akhirnya.
Sumber:
Morissan. Teori
Komunikasi: Individu hingga Massa. Penerbit Prenada Media, 2015.
Morissan. Teori
Komunikasi Massa. Penerbit Ghalia Indonesia, 2010
Modul
kuliah Komunikasi Massa oleh Morissan. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas
Mercu Buana.








