Mengenai Saya

Foto saya
Penjaringan , Jakarta Utara, Indonesia

Minggu, 06 November 2016

PEMIKIRAN “MARSHALL MACLUHAN” TENTANG MEDIA

PEMIKIRAN “MARSHALL MACLUHAN”
TENTANG MEDIA

SEJARAH MEDIA
McLuhan menyatakan bahwa media berfungsi sebagai kepanjangan indra manusia pada masing – masing era yaitu : kesukuan, tulisan, cetak, dan elektronik.
Era kesukuan, selama era kesukuan indra pendengaran, penciuman, dan perasa merupakan indra yang lebih banyak digunakan manusia terlebih yang pertama.
Era kesukuan memiliki ciri lisan yaitu bercerita dimana orang menjalankan atau mengungkapkan tradisi, ritual, dan nilai – nilai mereka mereka melalui kata – kata yang diucapkan. Karena pengalaman keseharian manusia tidak dapat dipisahkan dari percakapan maka kehidupan dan pengetahuan tidak dapat dipisahkan.
Era tulisan, orang menekankan indera penglihatan yang ditandai dengan diperkenalkannya huruf abjad dan karenanya mata menjadi indra yang dominan dalam berkomunikasi. Orang yang bisa membaca berarti ia mengutamakan fungsi indra penglihatan daripada pendengaran.
Era cetak, penemuan mesin cetak memberikan tanda munculnya era cetak dalam peradaban manusia dan awal revolusi industry. Akibat atau hasil utama dari era cetak adalah munculnya masyarakat yang semakin terkotak – kotak atau terfragmentasi. Hasil cetakan berupa buku atau bentuk tulisan lainnya bersifat mudah dipindahkan, dapat dibawa – bawa, dan dapat dibaca dimana saja secara lebih privat.
Era elektonika, memiliki ciri sebagaimana percakapan lisan yang bersifat segera dan singkat yang berarti penerimaan informasi dan reaksi yang diberikan bersifta segera dan singkat. Namun perbedaan terletak pada tempat, era elektronik tidak terkait pada tempat karena pesan dapat dikirim secara elektronis.
McLuhan menggambarkan teknologi elektronik sebagai berikut :
·         Telepon      : berbicara tanpa dinding
·         Fotografi     : museum tanpa dinding
·         Cahaya      : ruang tanpa dinding
·         Film, radio, dan TV     : ruang kelas tanpa dinding
·         Phonograph ( alat pemutar lagu ) : gedung pertunjukan music tanpa dinding

MEDIA PANAS DAN DINGIN
McLuhan membagi media menjadi dua jenis yaitu media panas dan media dingin. Media panas adalah media yang tidak menuntut perhatian besar dari pendengar, pembaca, atau penonton media bersangkutan. Partisipasi audien dalam media panas sangatlah rendah kaerna makna dari informasi yagn diterima audien sudah sangat lengkap dan jelas. Contoh media panas adalah film, radio, buku, foto serta kuliah.
Media dingin merupakan komunikasi definisi rendah yang menuntut partisipasi aktif daripenonton, pendengar, dan pembaca. Audiensi harus menciptakan makna melalui indranya dan secara imajinatif melibatkan dirinya. Contoh media dingin adalah televisi, seminar, dan film kartun.

ASUMSI TEORI
Tiga asumsi yang menjadi landasan teori :
1.    Media mempengaruhi setiap perbuatan atau tindakan dalam masyarakat. Menekankan pada gagasan bhawa dalam kehidupannya orang tidak dapat melarikan diri dari media.
2.    Media memperbaiki persepsi dan mengelola pengalaman. Menegaskan bahwa manusia secara langsung dipengaruhi media.
3.    Media mengikat dunia bersama – sama. McLuhan menggunakan istilah global village untuk menjelaskan bagaimana media mengikat dunia menjadi satu sisem politik, ekonomi, social, dan budaya global. Media mampu menjadikan dunia tak lebih sebuah desa atau kampong. Media mampu secra social mengelola berbaau masyarakat yang ada di dunia.


MEDIA ADALAH PESAN
McLuhan menyatakan bahwa pesan yang disampaikan media tidaklah lebih penting dari media atau saluran komunikasi yang digunakan pesan untuk sampai kepada penerimanya. Ia ingin menjelaskan bahwa media atau saluran komunikasi memiliki kekuatan dan memberikan pengaruhnya kepada masyarakat, bukan isi pesannya.
Dalam menggunakan media orang cenderung mementingkan isi pesannya saja dan orang sering kali tidak menyadari bahwa media yang menyampaikan pesan itu  juga mempengaruhi kehidupannya. Menurutnya media membentuk dan mempengaruhi pesan atau informasi yang disampaikan.
McLuhan tampaknya menggunakan ungkapan media adalah pesan khususnya kepada media televisi. Orang menunggu setiap perkembangan terbaru di depan televise. Namun orang hanya memperhatikan pesan yang disampaikan dan tidak menyadari pentingnya televisi sebagai media atau saluran.

HUKUM MEDIA
Hukum media yaitu efek teknologi terhadap masyarakat dengan mengajukan gagasan.
Upaya untuk memahami hukum media yang terdiri atas empat hokum media, yaitu penguatan, ketertinggalan, penemuan, dan pembalikan.
·         Penguatan. Hukum yang menyatakan bahwa media memperkuat masyarakat
·         Ketertinggalan. Media menjadikan sesuatu hal menjadi tertinggal atau ketinggalan zaman dan tidak berguna.
·         Penemuan. Media menemukan kembali dan menyimpan sesuatu yang dulu pernah hilang.
·         Pembalikan. Media akan menghasilkan atau menjadi sesuatu yang lain jika didesak hingga ke batas akhirnya.








Sumber:
Morissan. Teori Komunikasi: Individu hingga Massa. Penerbit Prenada Media, 2015.
Morissan. Teori Komunikasi Massa. Penerbit Ghalia Indonesia, 2010
Modul kuliah Komunikasi Massa oleh Morissan. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Mercu Buana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar